Tak terasa sudah lama kisahmu
Tetapi, terngiang selalu
Perjuangan yang kau berikan kala itu
terus menyeru dan memburu langkahku
Harapanku,
di pagi sayup ini
Cukup sederhana
Bumi Pertiwi jadilah tanah yang suci
Bukan tanah yang penuh dusta
Retorika terkadang membuatku gerah
Bumi Pertiwipun sudah jengah
Tapi, para borjuis tetap sumringah
Tak peduli buminya telah berdarah
Ya Allah,
Berikan kekuatan pada hamba-Mu tuk kembalikan bumi menjadi suci
Jika tak banyak yang mengerti
Ku tak peduli
Cukup satu tapi memberi perubahan yang pasti
Seperti dulu,
Engkau berikan Kartini pada Bumi Pertiwi
Kartini,
Kau tetap perempuan sejati
Di kala kaummu tertindas dan tak berarti
Niatmu yang tiada dusta
Berikan semangat juang generasi Bumi Pertiwi tercinta
Nyata dan tetap mengalir walau kau tiada
Blitar, 21 April 2020
Benteng Konstantinopel Salah satu fakultas di Istanbul University Berpergian ke tempat-tempat yang kaya akan cerita juang umat Islam akan membuka kesadaran bahwa yang lalu justru lebih maju. Arsitektur yang megah dan masih kokoh berabad-abad lamanya. Contoh sederhana Konstantinopel. Kampus yang saya singgahi seperti Istanbul University juga mulanya adalah masjid untuk berjuang di masa itu. Masjid sebagai pusat kehidupan, ilmu agama, kesehatan, perdagangan/niaga, sosial interaksi, ilmu umum, dan masih banyak lagi. Informasi pertama terpusat juga dari Masjid. Tanpa teknologi mereka mampu menemukan keilmuan baru hingga merawat alam. Tapi semua mulai rusak ketika pemimpinnya dan masyarakatnya hanya terfokus memperkaya diri. Lupa dengan hewan dan tumbuhan adalah satu kesatuan dengan manusia. Ketika alam sakit, perlahan kekacauan akan bermunculan. Tapi kalau yang paling dekat kita rawat, mereka akan memberi lebih. Ada kalanya hanya sekedar membawakan oleh-oleh burung hasil buruannya (buruan ...
Komentar
Posting Komentar