Langsung ke konten utama

Kisah Di Balik TOT Relawan TIK Jawa Timur

Perbincangan Sejenak dengan Guru SMPN 3 Bangsalsari
Dari kiri Anak Bu Lestari, Bu Lestari, dan Zulfa di gazebo resto Vila Rembangan, Jember

Jum'at (20/12/19) Kegiatan training of trainer Relawan TIK Jawa Timur di Jember memberi kesempatan saya untuk mengeksplor wilayah ini. Beruntung di sela-sela waktu makan malam saya bertemu dengan salah satu pengunjung wisata. Ia adalah Guru Bahasa Indonesia, SMPN 3 Bangsalsari. 

Lestari menjelaskan bagaimana ia mengenalkan wisata di daerahnya kepada siswa-siswinya. Ia mengenalkan Wisata Rembangan dengan mengajak siswa-siswinya. Wisata Rembangan adalah salah satu wisata di Jember namun banyak anak-anak Jember yang masih belum mengenal. Tiket masukpun di wisata ini cukup terjangkau. Lokasinya di puncak yang dingin menambah nuansa yang dingin menjadi lebih indah. 

Selain itu, saya mendapat informasi terkait keadaan siswa-siswi yang masih belum bisa mengoperasikan laptop maupun komputer walaupun bisa bermain gawai (handphone). Hal ini bisa menjadi target dari Relawan TIK di regional terdekat untuk melakukan sosialisasi ataupun kegiatan yang mampu membuat siswa-siswi paham dalam pengoperasian laptop ataupun komputer.

Keluar dari wilayah untuk mengetahui berbagai keadaan di wilayah lain sangatlah penting. Bukan hanya menduga-duga tapi tahu secara nyata. Kegiatan Relawan TIK Jawa Timur ini sangatlah positif. Serta, membuka wawasan masyarakat Indonesia yang bergabung di dalamnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Seputar Psikologi Tasawuf

Topik Psikologi Tasawuf termasuk baru dipelajari penulis selama berkuliah. Tak sedikit kosakata yang membuatnya bingung. Tapi penulis tetap berupaya untuk memahami sedikit demi sedikit. Berikut cuplikan pertanyaan ketika UAS di semester 5 dulu. 1. Jelaskan seberapa penting peran Syekh dan Darwis dalam perjalanan spiritual murid? 2. Apa yang membuat Anda Bahagia di dunia ini? Kebahagian tersebut jika ditelaah dari sudut pandang kebahagian sufi sudah sesuai atau belum, uraikan? 3. Bagaimana menurut Anda tentang konsep manusia sempurna dalam Tasawuf, apakah sesuatu yang mustahil atau bagaimana? 4. Kesehatan mental dalam kajian tasawuf dengan psikologi tentunya ada perbedaan dan persamaan, sebutkan dan jelaskan! 5. Bagaimana tasawuf dalam memandang sebuah penyakit? Lupa ya waktu itu terbatas waktu atau tidak. Tapi setelah kembali dibaca, jawaban ini begitu singkat. Maka penulis sendiri harus terus mengembangkan apa yang sudah dipelajari sebelumnya. 1. Sangat penting karena peran Syekh dan...

Turbe of Sultan Ahmed Khan

Singkat waktu di wilayah Sultanahmed tercatat pada angan penulis. Sebuah kesempatan yang entah bisa terulang ataupun tidak. Penulis berusaha untuk membingkai beberapa catatan kecil yang diperoleh ketika menyusuri negeri Dua Benua. Salah satunya dengan berziarah ke makam keluarga Sultan Ahmed Khan. Di sini penulis merasakan hal yang beda. Mulai masuk ke makam hingga ke luar. Adapun sejarah yang teringkas sebagai berikut; The 14th Ottoman Sultan, Sultan Ahmed I, was the son of Sultan Mehmed III, and Handan Sultan. Sultan Ahmed I, the first Ottoman sultan who ascended the throne without going to starboard, changed the Ottoman succession system and brought the Akbar and Erşed system. He also wrote poems under the pseudonym "Bahti". The turbe in Sultanahmet Islamic-Ottoman Complex had been started to be built after his death and was completed in 1619 by Sultan Osman II. Sultan Ottoman ke-14, Sultan Ahmed I, adalah putra Sultan Mehmed III. Sultan Ahmed I adalah Sultan Ottoman p...

Anak-Anak Spesial

Judul Film: Taare Zameen Par https://m.youtube.com/watch?v=4H0qyucKOfo Tanggal rilis: 21 Desember 2007 (Irlandia)  Sutradara: Aamir Khan, Amole Gupte Bahasa: Hindi/English  Penulis & Creative Director: Amole Gupte  Taare Zameen Par mengisahkan seorang siswa yang mengalami gangguan belajar tepatnya dalam hal membaca. Namanya Ishaan yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Ia sudah tahun kedua di kelas 3. Namun, tidak mengalami peningkatan sama sekali dalam prestasinya. Orang tuanya pun memindahkan sekolah Ishaan. Karena tidak mau anaknya tinggal kelas. Ayahnya mendapatkan sekolah yang menurutnya cocok dengan keadaan anaknya. Ishaan pun dikirim ke sekolah tersebut. Di sekolah ini Ishaan semakin tidak suka dengan belajar. Ia mengalami tekanan yang cukup kuat dari Gurunya. Mulai muncul ketakutan terhadap huruf-huruf.  Guru-guru tak ada yang menyadari bahwa dia memiliki gangguan. Hanya guru seni sementara yang tau akan hal itu. Karena telah mengamati begitu ...