Langsung ke konten utama

Gegayuhan Si Pemakan Beras Bulog





Pengkerdilan sebuah gegayuhan 
Tak bisa dielakkan 
Katanya untuk kepemudaan 
Tapi nyatanya manipulasi peradaban 

Tipu muslihat tak bermartabat 
Si pendebat menjadi hebat 
Si pengikut tetaplah kecut 
Bangsa semakin carut marut 

Si pemakan beras bulog tak mau diam 
Melihat bangsa semakin kelam 
Melihat budaya semakin tenggelam 
Katanya Merdeka? 

Gegayuhan pun terus dikerat 
Tak boleh menjulang hebat 
Namun, si pemakan beras bulog tak kurang siasat 
Tuk terus mengobarkan semangat demi terwujudnya tekad 

Dalam dirinya, darah mengalir deras hanya untuk negeri 
Tak peduli caci maki 
Terus mendompleng seni tuk kuatkan jati diri 
Jati diri pemudi bumi pertiwi 

Hingga bukan hanya suara yang fatamorgana
Tapi wujud nyata budaya yang menjelma 
Menjelma menjadi penggerak pemuda nusantara 
Tuk jadikan negara Merdeka, jiwa raga 

Karena budaya sejatinya tumbuh dan berkembang pada suatu bangsa
Tindakan dari olah rasa dan karsa 
Serta terus melekat dalam jiwa 
Maka jangan ingkar dengan budaya bangsa 

Kini si pemakan beras bulog tak lagi penat walau terus dijerat 
Karena rantai kata yang melesat tak satu pun terlewat 
Raganya memang terpasung 
Namun jiwanya kan terus mengiringi kata yang tak pernah bersambung

Blitar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Seputar Psikologi Tasawuf

Topik Psikologi Tasawuf termasuk baru dipelajari penulis selama berkuliah. Tak sedikit kosakata yang membuatnya bingung. Tapi penulis tetap berupaya untuk memahami sedikit demi sedikit. Berikut cuplikan pertanyaan ketika UAS di semester 5 dulu. 1. Jelaskan seberapa penting peran Syekh dan Darwis dalam perjalanan spiritual murid? 2. Apa yang membuat Anda Bahagia di dunia ini? Kebahagian tersebut jika ditelaah dari sudut pandang kebahagian sufi sudah sesuai atau belum, uraikan? 3. Bagaimana menurut Anda tentang konsep manusia sempurna dalam Tasawuf, apakah sesuatu yang mustahil atau bagaimana? 4. Kesehatan mental dalam kajian tasawuf dengan psikologi tentunya ada perbedaan dan persamaan, sebutkan dan jelaskan! 5. Bagaimana tasawuf dalam memandang sebuah penyakit? Lupa ya waktu itu terbatas waktu atau tidak. Tapi setelah kembali dibaca, jawaban ini begitu singkat. Maka penulis sendiri harus terus mengembangkan apa yang sudah dipelajari sebelumnya. 1. Sangat penting karena peran Syekh dan...

Turbe of Sultan Ahmed Khan

Singkat waktu di wilayah Sultanahmed tercatat pada angan penulis. Sebuah kesempatan yang entah bisa terulang ataupun tidak. Penulis berusaha untuk membingkai beberapa catatan kecil yang diperoleh ketika menyusuri negeri Dua Benua. Salah satunya dengan berziarah ke makam keluarga Sultan Ahmed Khan. Di sini penulis merasakan hal yang beda. Mulai masuk ke makam hingga ke luar. Adapun sejarah yang teringkas sebagai berikut; The 14th Ottoman Sultan, Sultan Ahmed I, was the son of Sultan Mehmed III, and Handan Sultan. Sultan Ahmed I, the first Ottoman sultan who ascended the throne without going to starboard, changed the Ottoman succession system and brought the Akbar and Erşed system. He also wrote poems under the pseudonym "Bahti". The turbe in Sultanahmet Islamic-Ottoman Complex had been started to be built after his death and was completed in 1619 by Sultan Osman II. Sultan Ottoman ke-14, Sultan Ahmed I, adalah putra Sultan Mehmed III. Sultan Ahmed I adalah Sultan Ottoman p...

Anak-Anak Spesial

Judul Film: Taare Zameen Par https://m.youtube.com/watch?v=4H0qyucKOfo Tanggal rilis: 21 Desember 2007 (Irlandia)  Sutradara: Aamir Khan, Amole Gupte Bahasa: Hindi/English  Penulis & Creative Director: Amole Gupte  Taare Zameen Par mengisahkan seorang siswa yang mengalami gangguan belajar tepatnya dalam hal membaca. Namanya Ishaan yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Ia sudah tahun kedua di kelas 3. Namun, tidak mengalami peningkatan sama sekali dalam prestasinya. Orang tuanya pun memindahkan sekolah Ishaan. Karena tidak mau anaknya tinggal kelas. Ayahnya mendapatkan sekolah yang menurutnya cocok dengan keadaan anaknya. Ishaan pun dikirim ke sekolah tersebut. Di sekolah ini Ishaan semakin tidak suka dengan belajar. Ia mengalami tekanan yang cukup kuat dari Gurunya. Mulai muncul ketakutan terhadap huruf-huruf.  Guru-guru tak ada yang menyadari bahwa dia memiliki gangguan. Hanya guru seni sementara yang tau akan hal itu. Karena telah mengamati begitu ...