Langsung ke konten utama

Nasihat di Balik Bintang



Masa kecil yang masih tetap melekat kuat. Bapak selalu menggendongku di setiap malam. Perlihatkan bintang-bintang yang gemerlapan dan sholawat terus dipanjatkan. Didekapnya aku merasa terlindungi. Seolah tak ada yang mengusik diri.

Malam pun menyiratkan pesan. Pada sebuah masa yang penuh tuntutan. Di setiap keberhasilan tak kan luput dari ridho orang tua. Didikannya yang mampu menempa diri menjadi besi yang tertata rapi. Apabila besi yang masih panas tak ditempa dengan terpola maka ia akan dingin tanpa makna. Begitu pula anak manusia.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pasti kalian tak asing lagi dengan pepatah itu. Namun, apakah salah jika anak lebih baik dari kehidupan orang tuanya? Berbagai upaya telah orang tua lakukan untuk anaknya. Supaya kesulitan yang pernah dialaminya tidak terulang kembali ke keturunannya.

Sepatutnya anak harus memahami orang tua yang telah berkeja keras baik pagi hingga senja. Tak mengenal teriknya matahari karena pergi gelap pulang pun gelap. Aku bukanlah apa tanpa-Nya. Aku pun tak seromantis senja yang menampakkan keelokannya. 

Cukup waktu yang akan menampakkan ketulusanku kepadamu. Biarlah di luar sana hanya tampak egoku. Sepanjang hidup ini lelah letihmu tak ingin kau tampakkan padaku. Kuatlah berjuang di jalan-Nya. Serta, mendidikku tanpa jeda. Lindungan-Nya akan selalu ada.


loading...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada apa dengan #KaburAjaDulu?

Saya melihat fenomena ini begitu ramai di hampir seluruh generasi. Bukan menerima atau menolak mentah-mentah tagar ini, tapi menelaah lebih dalam. Rasa nasionalisme telah ditanam sedari dini. Kita junjung rasa ini dimanapun diri berada. Jika kembali di bangku sekolah tentu makna rasa nasionalisme paten yakni rasa memiliki maupun cinta tanah air. Tapi, ketika sudah dihadapkan dunia kerja tentu bentuknya berbeda. Jangan hanya melihat dari fisik yang ada di luar negeri atau dalam negeri tetapi lihatlah kontribusi dan dedikasi tiap individu. Tak heran jika para pejuang devisa negara saling bersuara, karena mereka merasakan susah payahnya menjadi TKI. Para peneliti juga beropini bahwa mereka juga menerapkan rasa nasionalisme dalam bentuk karya ilmiah maupun menjadi diaspora. Tak dipungkiri juga orang-orang dalam negeri ingin dilabeli nasionalisme sejati karena berjuang di tanah pertiwi. Pancasila telah menjadi saksi bahwa NKRI sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana bisa menjadi saksi? Kerag...

Anak-Anak Spesial

Judul Film: Taare Zameen Par https://m.youtube.com/watch?v=4H0qyucKOfo Tanggal rilis: 21 Desember 2007 (Irlandia)  Sutradara: Aamir Khan, Amole Gupte Bahasa: Hindi/English  Penulis & Creative Director: Amole Gupte  Taare Zameen Par mengisahkan seorang siswa yang mengalami gangguan belajar tepatnya dalam hal membaca. Namanya Ishaan yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Ia sudah tahun kedua di kelas 3. Namun, tidak mengalami peningkatan sama sekali dalam prestasinya. Orang tuanya pun memindahkan sekolah Ishaan. Karena tidak mau anaknya tinggal kelas. Ayahnya mendapatkan sekolah yang menurutnya cocok dengan keadaan anaknya. Ishaan pun dikirim ke sekolah tersebut. Di sekolah ini Ishaan semakin tidak suka dengan belajar. Ia mengalami tekanan yang cukup kuat dari Gurunya. Mulai muncul ketakutan terhadap huruf-huruf.  Guru-guru tak ada yang menyadari bahwa dia memiliki gangguan. Hanya guru seni sementara yang tau akan hal itu. Karena telah mengamati begitu ...

Tanya Jawab Seputar Psikologi Tasawuf

Topik Psikologi Tasawuf termasuk baru dipelajari penulis selama berkuliah. Tak sedikit kosakata yang membuatnya bingung. Tapi penulis tetap berupaya untuk memahami sedikit demi sedikit. Berikut cuplikan pertanyaan ketika UAS di semester 5 dulu. 1. Jelaskan seberapa penting peran Syekh dan Darwis dalam perjalanan spiritual murid? 2. Apa yang membuat Anda Bahagia di dunia ini? Kebahagian tersebut jika ditelaah dari sudut pandang kebahagian sufi sudah sesuai atau belum, uraikan? 3. Bagaimana menurut Anda tentang konsep manusia sempurna dalam Tasawuf, apakah sesuatu yang mustahil atau bagaimana? 4. Kesehatan mental dalam kajian tasawuf dengan psikologi tentunya ada perbedaan dan persamaan, sebutkan dan jelaskan! 5. Bagaimana tasawuf dalam memandang sebuah penyakit? Lupa ya waktu itu terbatas waktu atau tidak. Tapi setelah kembali dibaca, jawaban ini begitu singkat. Maka penulis sendiri harus terus mengembangkan apa yang sudah dipelajari sebelumnya. 1. Sangat penting karena peran Syekh dan...