Langsung ke konten utama

Kultum: Kuliah Tujuh Menit

 


wonoilmu.blogspot.com – Kuliah tujuh menit yang sering kali lebih dari tujuh menit. Bosan? Kalau aku tidak. Kerap kali kesal jika speaker di ruang kelas yang terdengar sangat lirih. Tak berlarut dalam kekesalan.

Aku pun berlari menuju lobi sekolah. Banyak siswa lain pula yang sudah duduk-duduk di lobi. Tak heran, memang ada beberapa kelas yang speakernya bervolume kecil. Sehingga kita harus mencari speaker yang cukup terdengar.

Tak hanya lobi menjadi sasaran tetapi juga depan aula sekolah maupun jalan dekat green house. Aku lebih nyaman di sini daripada lobi. Karena lebih sejuk dan tak banyak siswa. Walaupun siswa yang lain tak berbicara, aku lebih nyaman dengan sedikit orang disekitarku.

Aku dan siswa lainnya pun segera menulis kata demi kata yang dituturkan Bapak/Ibu Guru pengisi kultum. Jika terlalu cepat, aku hanya mendengarkan dan mengambil inti sari yang dituturkan beliau. Ya, meskipun hasilnya sedikit tak lebih dari satu halaman buku tulis sidu.

Kegiatan kultum ini sangat bermanfaat. Bukan hanya mendapat ilmu baru, tetapi melatih kepekaan telinga terhadap bunyi. Bunyi baik di ruang tertutup maupun ruang terbuka. Selain itu, manfaat lain yang tak kalah penting adalah menghasilkan tulisan.


loading...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konstantinopel hingga Istanbul University

Benteng Konstantinopel Salah satu fakultas di Istanbul University Berpergian ke tempat-tempat yang kaya akan cerita juang umat Islam akan membuka kesadaran bahwa yang lalu justru lebih maju. Arsitektur yang megah dan masih kokoh berabad-abad lamanya. Contoh sederhana Konstantinopel. Kampus yang saya singgahi seperti Istanbul University juga mulanya adalah masjid untuk berjuang di masa itu. Masjid sebagai pusat kehidupan, ilmu agama, kesehatan, perdagangan/niaga, sosial interaksi, ilmu umum, dan masih banyak lagi. Informasi pertama terpusat juga dari Masjid. Tanpa teknologi mereka mampu menemukan keilmuan baru hingga merawat alam. Tapi semua mulai rusak ketika pemimpinnya dan masyarakatnya hanya terfokus memperkaya diri. Lupa dengan hewan dan tumbuhan adalah satu kesatuan dengan manusia. Ketika alam sakit, perlahan kekacauan akan bermunculan. Tapi kalau yang paling dekat kita rawat, mereka akan memberi lebih. Ada kalanya hanya sekedar membawakan oleh-oleh burung hasil buruannya (buruan ...

Kebab Turki Bikin Nagih

  Kebab berasal dari Timur Tengah. Jadi tak heran jika kita berkunjung ke Turki, kerap menemuinya. Saya sendiri juga sering melihat gerobak bertuliskan Kebab Turki di Indonesia. Tapi, saya belum tertarik untuk membelinya. Percobaan pertama kebab ini pun diberi oleh kawan saya ketika kami di Malang, Jawa Timur. Karena tidak begitu suka mayones, saya pun enggan memakannya lagi. Kedua kalinya saya memakan kebab pada kegiatan konferensi di Turki. Lebih  tepatnya ketika kedatangan kami di tempat penginapan. Kawan-kawan yang baru saya jumpai menawari makanan tersebut kepada saya. Sebelumnya, kebabnya itu panjang tapi cepat pendek. Karena roti, daging, saus, sayur, dan mayones berpadu menjadi hidangan idola. Rasanya pun sangat berbeda dengan percobaan pertama saya.   Karena percobaan kedua yang enak, saya pun penasaran untuk mencobanya lagi. Ternyata terdapat penjual kebab yang tak jauh dari tempat penginapan. Saya pun dikejutkan dengan proses penyajiannya. Kokinya hanya ...

Kebab Türkiye: Döner

  Kenapa di kala rame-ramenya kedai kebab saya tidak rekomendasikan ke followers di sosmed? Karena rasanya sangat berbeda dengan kebab Türkiye aslinya. Hal ini dikarenakan proses pembuatan yang berbeda jauh. Mulai dari daging, kelayakan sayuran, toping, hingga sausnya.  Dagingnya di sana pemanggangannya langsung. Jadi chefnya menyayat daging besar yang dipanggang. Kemudian daging tersebut ditata dalam lembaran adonan kulitnya itu. Saya kagak tau apa sebutannya. Tekstur dagingnya lembut. Kalau di makan tanpa saus pun ada rasanya. Aromanya juga khas. Sayurnya juga sangat segar, bumbu khasnya dan sausnya pun lebih ngena di lidah.  Di sana sebutan kebab  banyak macam, salah satunya Döner ini. Tapi waktu di Türkiye ngerasain juga yang rasanya kurang cocok di lidah Asia atau yang tidak suka sayur mentah. Waktu itu kedapatan yang sayurnya mentah kek baru diambil dari kebun.