Langsung ke konten utama

Seputar Psikologi Sosial

Kenalin aku Zulfa lulusan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung studi Psikologi Islam. Kali ini aku mau jelasin dikit tentang Psikologi Sosial. Karena aku dulu juga mengambil peminatan ini. Cakupannya begitu luas tapi tenang, mudah dipahami. Bisa sambil ngopi dan rebahan.


Langsung aja!


Psikologi sosial merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi yang menerangkan dan menguraikan segala kegiatan manusia kaitannya dalam hubungan dengan konsisi-kondisi sosial (Gerungan, 2010). Psikologi sosial itu pasti berkaitan dengan kondisi sosial di masyarakat. Baik itu dalam lingkup komunitas, organisasi maupun kelompok. Lah, objeknya apa dong? Ya, tetep manusia, tapi dikaitkan dengan kondisi sosialnya.


Apa aja yang aku pelajari?

Meski kuliahnya jaman covid-19, gak kalah seru kok belajarnya. Ya kadang bosen sih. It's ok, wajar! Eh malah curhat. Topik ini yang dikhususkan ketika S1 dulu ambil peminatan Psikologi Sosial: 


1. Patologi Rehabilitasi Sosial

2. Psikologi Kebencanaan dan Krisis

3. Asessmen dan Intervensi Psikologi Sosial

4. Psikologi Politik 


Topik itu yang harus diambil ketika milih peminatan Psikologi Sosial. Topik lainnya juga ada, tapi itu dipelajari semua mahasiswa Psikologi Islam. Jadi actually gak cuma 4 itu aja ya. Mulai ada peminatan itu ketika semester 5.

Selama perkuliahan aku merasa nyaman. Karena banyak hal yang diajarkan juga berkaitan dengan kegiatan di luar kampus. Jadi secara gak langsung teorinya terimplementasikan.

Cerita selanjutnya, aku bakal bagi tentang sejarah singkatnya Psikologi Sosial. Nantikan ya! Apalagi kalau kalian tertarik dalam bidang psikologi, aku bakal cerita lebih banyak.


Daftar Pustaka

Gerungan, W.A. 2010. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konstantinopel hingga Istanbul University

Benteng Konstantinopel Salah satu fakultas di Istanbul University Berpergian ke tempat-tempat yang kaya akan cerita juang umat Islam akan membuka kesadaran bahwa yang lalu justru lebih maju. Arsitektur yang megah dan masih kokoh berabad-abad lamanya. Contoh sederhana Konstantinopel. Kampus yang saya singgahi seperti Istanbul University juga mulanya adalah masjid untuk berjuang di masa itu. Masjid sebagai pusat kehidupan, ilmu agama, kesehatan, perdagangan/niaga, sosial interaksi, ilmu umum, dan masih banyak lagi. Informasi pertama terpusat juga dari Masjid. Tanpa teknologi mereka mampu menemukan keilmuan baru hingga merawat alam. Tapi semua mulai rusak ketika pemimpinnya dan masyarakatnya hanya terfokus memperkaya diri. Lupa dengan hewan dan tumbuhan adalah satu kesatuan dengan manusia. Ketika alam sakit, perlahan kekacauan akan bermunculan. Tapi kalau yang paling dekat kita rawat, mereka akan memberi lebih. Ada kalanya hanya sekedar membawakan oleh-oleh burung hasil buruannya (buruan ...

Kebab Turki Bikin Nagih

  Kebab berasal dari Timur Tengah. Jadi tak heran jika kita berkunjung ke Turki, kerap menemuinya. Saya sendiri juga sering melihat gerobak bertuliskan Kebab Turki di Indonesia. Tapi, saya belum tertarik untuk membelinya. Percobaan pertama kebab ini pun diberi oleh kawan saya ketika kami di Malang, Jawa Timur. Karena tidak begitu suka mayones, saya pun enggan memakannya lagi. Kedua kalinya saya memakan kebab pada kegiatan konferensi di Turki. Lebih  tepatnya ketika kedatangan kami di tempat penginapan. Kawan-kawan yang baru saya jumpai menawari makanan tersebut kepada saya. Sebelumnya, kebabnya itu panjang tapi cepat pendek. Karena roti, daging, saus, sayur, dan mayones berpadu menjadi hidangan idola. Rasanya pun sangat berbeda dengan percobaan pertama saya.   Karena percobaan kedua yang enak, saya pun penasaran untuk mencobanya lagi. Ternyata terdapat penjual kebab yang tak jauh dari tempat penginapan. Saya pun dikejutkan dengan proses penyajiannya. Kokinya hanya ...

Kebab Türkiye: Döner

  Kenapa di kala rame-ramenya kedai kebab saya tidak rekomendasikan ke followers di sosmed? Karena rasanya sangat berbeda dengan kebab Türkiye aslinya. Hal ini dikarenakan proses pembuatan yang berbeda jauh. Mulai dari daging, kelayakan sayuran, toping, hingga sausnya.  Dagingnya di sana pemanggangannya langsung. Jadi chefnya menyayat daging besar yang dipanggang. Kemudian daging tersebut ditata dalam lembaran adonan kulitnya itu. Saya kagak tau apa sebutannya. Tekstur dagingnya lembut. Kalau di makan tanpa saus pun ada rasanya. Aromanya juga khas. Sayurnya juga sangat segar, bumbu khasnya dan sausnya pun lebih ngena di lidah.  Di sana sebutan kebab  banyak macam, salah satunya Döner ini. Tapi waktu di Türkiye ngerasain juga yang rasanya kurang cocok di lidah Asia atau yang tidak suka sayur mentah. Waktu itu kedapatan yang sayurnya mentah kek baru diambil dari kebun.