Langsung ke konten utama

Mustajabnya Do'a

 


Malam tarawih yang berbeda dari malam-malam sebelumnya. Sebuah tulisan terus membayangiku. Tulisan itu berisi tentang kerugian bagi orang yang membiarkan kaumnya berada dalam kesalahan. Maksudnya, ketika kita tahu bahwa yang dilakukan orang itu salah, kita malah membiarkan dan tidak menegurnya.

Memasuki 10 malam terakhir tarawih ada salah satu kejadian yang dapat aku bagi dengan kalian. Pada waktu itu, aku berada di shaf terakhir jamaah sholat tarawih. Seusai dua rokaat sholat tarawih, terdapat makmum yang baru datang. Tapi, beliau tidak mengisi shaf di samping kiriku. Beliau berada di belakang shaf yang kosong di samping kiriku. 

Karena aku merasa belum tepat untuk menyuruh beliau mengisi di shaf yang kosong, aku pun berdoa kepada Allah Swt supaya ada orang yang tepat memberitahu hal itu kepadanya. Tak lama kemudian, Guru Ngajiku yang berada di shaf depan meninggalkan shalat tarawih. Tampaknya mau ke kamar mandi. Do'a tetap kulanjutkan di sela-sela memulai rakaat tarawih, supaya Guru Ngajiku yang menyampaikan maksudku di awal tadi.

Guru Ngajiku tiba-tiba sudah berada di samping kiriku. Sebelum mengisi shaf yang kosong, Bu Guru sudah mengajak orang yang berada di belakang shafku tadi. Nyatanya, beliau tetap bersikukuh pada posisinya. Sehingga, shaf yang kosong diisi oleh Bu Guru. Setelahnya, Bu Guru mengisi shaf depannya yang kosong. Aku kembali merasa gelisah. 

Aku pun memberanikan diri untuk memberitahu orang itu. Ternyata jawabannya, orang itu menjaga anaknya. Kondisi anaknya sedang berada di Masjid tapi tidak di dekatnya. Do'a dan usaha sudah dicoba. Kegelisahan semakin menjadi. Tak lama kemudian orang itu meninggalkan sholat tarawih. Sehingga tidak ada shaf yang sengaja dikosongkan. Syukur alhamdulillah, ujian yang terjadi di malam itu terlewati.
loading...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konstantinopel hingga Istanbul University

Benteng Konstantinopel Salah satu fakultas di Istanbul University Berpergian ke tempat-tempat yang kaya akan cerita juang umat Islam akan membuka kesadaran bahwa yang lalu justru lebih maju. Arsitektur yang megah dan masih kokoh berabad-abad lamanya. Contoh sederhana Konstantinopel. Kampus yang saya singgahi seperti Istanbul University juga mulanya adalah masjid untuk berjuang di masa itu. Masjid sebagai pusat kehidupan, ilmu agama, kesehatan, perdagangan/niaga, sosial interaksi, ilmu umum, dan masih banyak lagi. Informasi pertama terpusat juga dari Masjid. Tanpa teknologi mereka mampu menemukan keilmuan baru hingga merawat alam. Tapi semua mulai rusak ketika pemimpinnya dan masyarakatnya hanya terfokus memperkaya diri. Lupa dengan hewan dan tumbuhan adalah satu kesatuan dengan manusia. Ketika alam sakit, perlahan kekacauan akan bermunculan. Tapi kalau yang paling dekat kita rawat, mereka akan memberi lebih. Ada kalanya hanya sekedar membawakan oleh-oleh burung hasil buruannya (buruan ...

Kebab Turki Bikin Nagih

  Kebab berasal dari Timur Tengah. Jadi tak heran jika kita berkunjung ke Turki, kerap menemuinya. Saya sendiri juga sering melihat gerobak bertuliskan Kebab Turki di Indonesia. Tapi, saya belum tertarik untuk membelinya. Percobaan pertama kebab ini pun diberi oleh kawan saya ketika kami di Malang, Jawa Timur. Karena tidak begitu suka mayones, saya pun enggan memakannya lagi. Kedua kalinya saya memakan kebab pada kegiatan konferensi di Turki. Lebih  tepatnya ketika kedatangan kami di tempat penginapan. Kawan-kawan yang baru saya jumpai menawari makanan tersebut kepada saya. Sebelumnya, kebabnya itu panjang tapi cepat pendek. Karena roti, daging, saus, sayur, dan mayones berpadu menjadi hidangan idola. Rasanya pun sangat berbeda dengan percobaan pertama saya.   Karena percobaan kedua yang enak, saya pun penasaran untuk mencobanya lagi. Ternyata terdapat penjual kebab yang tak jauh dari tempat penginapan. Saya pun dikejutkan dengan proses penyajiannya. Kokinya hanya ...

Perburuan Tiket Konferensi di Türkiye

Zulfa Ilma Nuriana dalam Koran Jawa Pos tahun 2020 Tiket pesawat yang bikin jantung up and down . Belinya aja tiga hari sebelum tanggal keberangkatan. Hubungin banyak orang di tengah malam. Gak tahu gimana proses belinya. Jalan kepepet kulalui yakni beli pada agen tiket. Awalnya dapat tiket yang perlu transit. Tapi tiket tersebut terdahului oleh yang lain, aku pun dicarikan lagi. Syukur sekali aku justru dapat tiket yang pulang pergi tanpa transit dengan maskapai Turkish Airlines.  Perjalanannya pun juga tak singkat. Hampir 12 jam di dalam pesawat Turkish Airlines. Namun tak melelahkan karena fasilitasnya begitu baik. Kunikmati dengan mendengar murotal, lagu, mengamati langit, tidur, makan, ibadah, dan menonton film pada monitor atau TV kecil. Mau menyicil penelitian, tapi tak bisa karena melihat layar laptop bikin pusing. Sempat terjadi turbulence yang cukup lama. Alhamdulillah tidak begitu terasa guncangannya meski panik juga di awal.  Perjalanan menuju konferensi Istanbul ...