Langsung ke konten utama

Siang dengan Literasi

Siang menyapa dengan binarnya Sang Surya. Lengkap dengan paduan suara burung-burung yang mesra. Budaya pun semakin melekat walau banyak sekat. Kesadaran harus diwujudkan untuk melanggengkan ketentraman di Indonesia.

Seperti yang tersurat pada Pancasila sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia. Pentingnya rasa persatuan walau dilahirkan sebagai bangsa yang beragam suku, agama, ras, dan budaya. Peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni harus menjadi refleksi kita bersama. Bukan hanya anak muda tetapi juga remaja, dewasa, hingga lanjut usia dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Didorong dengan adanya program GLN (Gerakan Literasi Nasional) dari Kemendikbud, harapannya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia. Kemendikbud yang saat ini menjadi Kemendikbudristek. Program GLN ini terdiri dari enam literasi dasar, antara lain literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Literasi bukan semata-mata baca dan tulis, tetapi lebih dalam daripada itu. Seseorang yang memiliki kemampuan berliterasi tinggi, ia akan memiliki kecakapan hidup. Nguri-nguri atau melestarikan kebudayaan melalui literasi harus terus berlangsung. Seperti budaya yang sederhana tapi menjadi khas Indonesia yakni ramah tamah.

Perlu kita sadari kalau budaya ini menarik para masyarakat luar negeri untuk mengunjungi Indonesia. Contoh ramah tamah ini cukup sederhana, seperti ketika Si Fulan berada di tempat umum dan tak sengaja bertatap mata dengan orang yang tidak ia dikenal, maka ia akan tersenyum dan menganggukkan kepala. Namun, tindakan ini rasanya semakin memudar. Boleh kita berhati-hati dengan orang yang tidak dikenal. Tapi, setidaknya kita berbaik sangka terlebih dahulu. Jika memang menimbulkan respon yang tidak kita inginkan, barulah kita menghindarinya.

Selain budaya, kita juga harus memahami hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban perlu dipahami oleh seluruh warga Indonesia. Sebelum memenuhi kewajiban janganlah menuntut hak. Kesadaran memahami budaya dan kewargaan inilah yang akan terus menguatkan jati diri bangsa Indonesia.

Kedua contoh tersebut termasuk literasi budaya dan kewargaan. Literasi budaya ialah kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sedang literasi kewargaan yakni kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.  Jadi, literasi budaya dan kewargaan adalah kemampuan masyarakat dalam memahami dan bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa.

Oleh karena itu, penting kita untuk meningkatkan literasi. Kita perlu berliterasi dengan sadar, karena dengan diri yang sadar dapat membantu proses kognitif. Proses ini dimulai dari penerimaan informasi hingga perwujudan informasi berupa respon. Supaya respon yang ditampilkan itu positif, diri harus berupaya membiasakan dengan hal-hal positif. Sehingga, respon positif ini akan meningkatkan ketentraman di Indonesia. 

Referensi
Hadiansyah, F., Djumala, R., Gani, S., dkk. 2017. Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

loading...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konstantinopel hingga Istanbul University

Benteng Konstantinopel Salah satu fakultas di Istanbul University Berpergian ke tempat-tempat yang kaya akan cerita juang umat Islam akan membuka kesadaran bahwa yang lalu justru lebih maju. Arsitektur yang megah dan masih kokoh berabad-abad lamanya. Contoh sederhana Konstantinopel. Kampus yang saya singgahi seperti Istanbul University juga mulanya adalah masjid untuk berjuang di masa itu. Masjid sebagai pusat kehidupan, ilmu agama, kesehatan, perdagangan/niaga, sosial interaksi, ilmu umum, dan masih banyak lagi. Informasi pertama terpusat juga dari Masjid. Tanpa teknologi mereka mampu menemukan keilmuan baru hingga merawat alam. Tapi semua mulai rusak ketika pemimpinnya dan masyarakatnya hanya terfokus memperkaya diri. Lupa dengan hewan dan tumbuhan adalah satu kesatuan dengan manusia. Ketika alam sakit, perlahan kekacauan akan bermunculan. Tapi kalau yang paling dekat kita rawat, mereka akan memberi lebih. Ada kalanya hanya sekedar membawakan oleh-oleh burung hasil buruannya (buruan ...

Kebab Turki Bikin Nagih

  Kebab berasal dari Timur Tengah. Jadi tak heran jika kita berkunjung ke Turki, kerap menemuinya. Saya sendiri juga sering melihat gerobak bertuliskan Kebab Turki di Indonesia. Tapi, saya belum tertarik untuk membelinya. Percobaan pertama kebab ini pun diberi oleh kawan saya ketika kami di Malang, Jawa Timur. Karena tidak begitu suka mayones, saya pun enggan memakannya lagi. Kedua kalinya saya memakan kebab pada kegiatan konferensi di Turki. Lebih  tepatnya ketika kedatangan kami di tempat penginapan. Kawan-kawan yang baru saya jumpai menawari makanan tersebut kepada saya. Sebelumnya, kebabnya itu panjang tapi cepat pendek. Karena roti, daging, saus, sayur, dan mayones berpadu menjadi hidangan idola. Rasanya pun sangat berbeda dengan percobaan pertama saya.   Karena percobaan kedua yang enak, saya pun penasaran untuk mencobanya lagi. Ternyata terdapat penjual kebab yang tak jauh dari tempat penginapan. Saya pun dikejutkan dengan proses penyajiannya. Kokinya hanya ...

Perburuan Tiket Konferensi di Türkiye

Zulfa Ilma Nuriana dalam Koran Jawa Pos tahun 2020 Tiket pesawat yang bikin jantung up and down . Belinya aja tiga hari sebelum tanggal keberangkatan. Hubungin banyak orang di tengah malam. Gak tahu gimana proses belinya. Jalan kepepet kulalui yakni beli pada agen tiket. Awalnya dapat tiket yang perlu transit. Tapi tiket tersebut terdahului oleh yang lain, aku pun dicarikan lagi. Syukur sekali aku justru dapat tiket yang pulang pergi tanpa transit dengan maskapai Turkish Airlines.  Perjalanannya pun juga tak singkat. Hampir 12 jam di dalam pesawat Turkish Airlines. Namun tak melelahkan karena fasilitasnya begitu baik. Kunikmati dengan mendengar murotal, lagu, mengamati langit, tidur, makan, ibadah, dan menonton film pada monitor atau TV kecil. Mau menyicil penelitian, tapi tak bisa karena melihat layar laptop bikin pusing. Sempat terjadi turbulence yang cukup lama. Alhamdulillah tidak begitu terasa guncangannya meski panik juga di awal.  Perjalanan menuju konferensi Istanbul ...