Langsung ke konten utama

Postingan

Ada apa dengan #KaburAjaDulu?

Saya melihat fenomena ini begitu ramai di hampir seluruh generasi. Bukan menerima atau menolak mentah-mentah tagar ini, tapi menelaah lebih dalam. Rasa nasionalisme telah ditanam sedari dini. Kita junjung rasa ini dimanapun diri berada. Jika kembali di bangku sekolah tentu makna rasa nasionalisme paten yakni rasa memiliki maupun cinta tanah air. Tapi, ketika sudah dihadapkan dunia kerja tentu bentuknya berbeda. Jangan hanya melihat dari fisik yang ada di luar negeri atau dalam negeri tetapi lihatlah kontribusi dan dedikasi tiap individu. Tak heran jika para pejuang devisa negara saling bersuara, karena mereka merasakan susah payahnya menjadi TKI. Para peneliti juga beropini bahwa mereka juga menerapkan rasa nasionalisme dalam bentuk karya ilmiah maupun menjadi diaspora. Tak dipungkiri juga orang-orang dalam negeri ingin dilabeli nasionalisme sejati karena berjuang di tanah pertiwi. Pancasila telah menjadi saksi bahwa NKRI sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana bisa menjadi saksi? Kerag...

Tanya Jawab Seputar Psikologi Tasawuf

Topik Psikologi Tasawuf termasuk baru dipelajari penulis selama berkuliah. Tak sedikit kosakata yang membuatnya bingung. Tapi penulis tetap berupaya untuk memahami sedikit demi sedikit. Berikut cuplikan pertanyaan ketika UAS di semester 5 dulu. 1. Jelaskan seberapa penting peran Syekh dan Darwis dalam perjalanan spiritual murid? 2. Apa yang membuat Anda Bahagia di dunia ini? Kebahagian tersebut jika ditelaah dari sudut pandang kebahagian sufi sudah sesuai atau belum, uraikan? 3. Bagaimana menurut Anda tentang konsep manusia sempurna dalam Tasawuf, apakah sesuatu yang mustahil atau bagaimana? 4. Kesehatan mental dalam kajian tasawuf dengan psikologi tentunya ada perbedaan dan persamaan, sebutkan dan jelaskan! 5. Bagaimana tasawuf dalam memandang sebuah penyakit? Lupa ya waktu itu terbatas waktu atau tidak. Tapi setelah kembali dibaca, jawaban ini begitu singkat. Maka penulis sendiri harus terus mengembangkan apa yang sudah dipelajari sebelumnya. 1. Sangat penting karena peran Syekh dan...

Seputar Psikologi Sosial

Kenalin aku Zulfa lulusan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung studi Psikologi Islam. Kali ini aku mau jelasin dikit tentang Psikologi Sosial. Karena aku dulu juga mengambil peminatan ini. Cakupannya begitu luas tapi tenang, mudah dipahami. Bisa sambil ngopi dan rebahan. Langsung aja! Psikologi sosial merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi yang menerangkan dan menguraikan segala kegiatan manusia kaitannya dalam hubungan dengan konsisi-kondisi sosial (Gerungan, 2010). Psikologi sosial itu pasti berkaitan dengan kondisi sosial di masyarakat. Baik itu dalam lingkup komunitas, organisasi maupun kelompok. Lah, objeknya apa dong? Ya, tetep manusia, tapi dikaitkan dengan kondisi sosialnya. Apa aja yang aku pelajari? Meski kuliahnya jaman covid-19, gak kalah seru kok belajarnya. Ya kadang bosen sih. It's ok, wajar! Eh malah curhat. Topik ini yang dikhususkan ketika S1 dulu ambil peminatan Psikologi Sosial:  1. Patologi Rehabilitasi Sosial 2. Psikologi Kebencanaan dan Krisis 3. Asess...

Cara Mengurangi Stress

 Terkadang kita tidak menyadari bahwa diri dalam kondisi stress. Tak sedikit darinya juga mendiagnosa stress. Memang pada nyatanya setiap individu pasti pernah mengalami stress, hanya saja tingkatannya yang berbeda. Bersyukurlah pada diri Anda ketika menyadari bahwa stress melanda. Karena stress yang tak disadari akan berdampak pada stress berkepanjangan dan lebih sulit dalam penyembuhannya. Banyak cara untuk mengurangi stress yang terjadi pada diri. Istirahat yang cukup Istirahat yang cukup ini sebisa mungkin dengan menghindari stressor. Istirahat tidak terbatas hanya tidur semata tetapi juga melakukan aktivitas. Gunakan waktu yang ada untuk aktivitas menenangkan.         2.  Minum dan makan  Minum dan makan sesuai selera. Lebih baik pula minuman dan makanan yang bisa meningkatkan motivasi diri.        3. Ibadah Dalam rangkaian ibadah ada berwudhu. Nikmati proses berwudhu tersebut. Kemudian sholat, membaca Al Qur'an, istighfar...

Strategi Pembelajaran Bermakna

  ( freepik.com ) Tak sedikit dari pengajar atau guru bisa memberikan pembelajaran bermakna bagi siswanya. Sayangnya kondisi pendidikan semakin hari mengalami penurunan tak dirasa. Opini ini bukan subjektif semata melainkan simpulan dari observasi penulis pada fakta di lapangan.  Pengajar berlomba-lomba untuk membuat pembelajaran semakin menarik dan interaktif. Tapi evaluasi psikologis guru apakah menjadi perhatian utama juga? Bukankah guru dan siswa saling mempengaruhi? Pembelajaran bermakna tentu sangat sulit dicapai ketika guru dan siswa tidak saling percaya. Pondasi kepercayaan hasil eksperimen penulis adanya keterbukaan satu sama lain. Karena secara tidak langsung kondisi ini berdampak pada psikologis guru dan siswa. Strategi yang sederhana sebenarnya, tapi akan dirasa sulit untuk dimulai ketika guru dan siswa memiliki block mindset atau pandangan tertutup terhadap suatu hal. Maka dari itu materi psikologi ketika berkuliah, pembekalan, workshop yang didapat begitu pentin...

Tidur Berkualitas

  Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk bisa membuat tidur berkualitas. Tidur berkualitas sendiri ialah tidur dengan kondisi tenang dan bangun terasa lebih fresh serta ringan. Tidur yang sangat diidam-idamkan oleh orang-orang sering lembur kerja hingga kebutuhan tidurnya terganggu. Coba cek dulu, kebiasaan apa aja yang kalian lakukan sebelum tidur dan gimana dampaknya. Tentu ada yang berdampak positif dan negatif. Sebisa mungkin yang negatif menjadi positif. Mulai dari mana? Mulai dari sekarang! Aktivitas ini bisa kalian coba sebelum tidur. Minum air putih secukupnya. Bersih diri. Tidak harus mandi. Bisa dengan berwudhu maupun cuci muka, berkumur, kaki, dan tangan. Baca buku yang menenangkan. Bisa juga dengan murojaah maupun membaca Al Qur'an. Berpikir positif Melakukan apresiasi pada diri Self talk Bersyukur Menulis  Melukis Mendengarkan musik Atur posisi tidur senyaman mungkin  Jangan lupa berdoa dan membuat harapan yang baik  Aktivitas itu tidak harus semua dila...

Perburuan Tiket Konferensi di Türkiye

Zulfa Ilma Nuriana dalam Koran Jawa Pos tahun 2020 Tiket pesawat yang bikin jantung up and down . Belinya aja tiga hari sebelum tanggal keberangkatan. Hubungin banyak orang di tengah malam. Gak tahu gimana proses belinya. Jalan kepepet kulalui yakni beli pada agen tiket. Awalnya dapat tiket yang perlu transit. Tapi tiket tersebut terdahului oleh yang lain, aku pun dicarikan lagi. Syukur sekali aku justru dapat tiket yang pulang pergi tanpa transit dengan maskapai Turkish Airlines.  Perjalanannya pun juga tak singkat. Hampir 12 jam di dalam pesawat Turkish Airlines. Namun tak melelahkan karena fasilitasnya begitu baik. Kunikmati dengan mendengar murotal, lagu, mengamati langit, tidur, makan, ibadah, dan menonton film pada monitor atau TV kecil. Mau menyicil penelitian, tapi tak bisa karena melihat layar laptop bikin pusing. Sempat terjadi turbulence yang cukup lama. Alhamdulillah tidak begitu terasa guncangannya meski panik juga di awal.  Perjalanan menuju konferensi Istanbul ...

Latih Public Speaking dari Berani Bertanya

Zulfa Ilma Nuriana (Alumni Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional III) dalam agenda KEMENPORA RI 2022 Tak asing lagi pastinya dengan kata public speaking . Tapi masih banyak muda mudi yang kesulitan dalam mewujudkan kemampuan tersebut. Siapa sangka Zulfa yang di masa SMP hanya menjadi penonton temannya yang bagus dalam public speaking, kini dirinya juga ikut mengisi ruang-ruang publik. Baik itu secara online maupun offline. Hal itu bisa terjadi karena Zulfa memaksa dirinya untuk berani bertanya di dalam kelas. Gugup dan rasa menggigil itulah yang mengawali. Tapi kondisi tersebut tidak bertahan lama. Semakin sering Zulfa latih, semakin berkurang juga kondisi tersebut. Selain bertanya, ia juga memanfaatkan sesi presentasi di kelas atau bahkan maju di depan karena ditunjuk. Dorongan yang membuatnya berani ialah adanya reward . Reward yang tidak hanya dalam bentuk materi tetapi juga moral. Karena tak jarang dari guru melakukan evaluasi setelah Zulfa presentasi. Evaluasi tersebut juga ia...

Kereta Lagi, Kereta Terus

Pengambilan Foto di jalan Sultan Ahmed, Istanbul  Perjalanan pada Januari 2020 lalu begitu berkesan. Karena banyak hal yang dapat Zulfa eksplor di Türkiye, khususnya daerah Istanbul. Berbekal jiwa nekad dan ridho orang tua, Zulfa memberanikan diri untuk mengikuti agenda Konferensi Tingkat Tinggi. Bonusnya ia bisa extend 6 hari di Istanbul. Enaknya di kota ini kita kemana-mana dengan kereta. Ada kereta di jalan raya dan bawah tanah. Pemanfaatannya juga gampang yang penting punya saldo di Istanbul Card. Cukup padat transportasi umum dan pribadi. Karena selama di sini, Zulfa selalu menjumpai kendaraan. Tapi itu ada di jalan raya.  Jalan-jalan kecil hanya ada kendaraan pribadi. Bedanya budaya antri di Istanbul dan Blitar itu begitu kontras. Ketika Zulfa antri, ia hanya melihat sedikit tempat duduk untuk menunggu. Cukup kaget juga, ternyata lebih banyak antri berdiri dan tinggal masuk daripada duduk di kursi tunggu. Kala itu ia sempat berpikir, "Gercep amat orang-orang masuk ke ke...

Ekonomi Kreatif, Lestarikan Budaya

Disbudpar Kota Blitar, Stakeholder, Batik Mawar Putih  Kita tidak asing lagi dengan kosakata ekonomi kreatif dan pelestarian budaya. Tingkatan pemerintah daerah mendorong program tersebut. Bagaimana tidak? Fasilitas berbagai agenda kebudayaan telah ada di Kota Blitar. Apalagi menjelang bulan pertengahan hingga akhir tahun, selalu disemarakkan dengan festival. Kali ini Zulfa Ilma Nuriana hadir bersama Ikla Harmoa dalam sarasehan stakeholder yang diselenggarakan oleh Disbudpar Kota Blitar. Mereka sebagai perwakilan Forum Lingkar Pena Blitar. Keseruan mengikuti agenda ini terwujud dalam sesi tanya jawab yang diawali dengan promosi company. Selain itu, usai agenda pun bisa berbincang dengan narasumber maupun yang lain. Agenda ini lebih hidup karena ada sesi belajar.  Sesi belajar atau umumnya dikatakan seminar ini bertajuk Strategi Industri Kreatif Lokal Menembus Pasar Global. Pematerinya ialah sepasang suami istri bernama Yogi Rosdianta dan Santika Mawar dari Batik Mawar Putih. M...

Kebab Turki Bikin Nagih

  Kebab berasal dari Timur Tengah. Jadi tak heran jika kita berkunjung ke Turki, kerap menemuinya. Saya sendiri juga sering melihat gerobak bertuliskan Kebab Turki di Indonesia. Tapi, saya belum tertarik untuk membelinya. Percobaan pertama kebab ini pun diberi oleh kawan saya ketika kami di Malang, Jawa Timur. Karena tidak begitu suka mayones, saya pun enggan memakannya lagi. Kedua kalinya saya memakan kebab pada kegiatan konferensi di Turki. Lebih  tepatnya ketika kedatangan kami di tempat penginapan. Kawan-kawan yang baru saya jumpai menawari makanan tersebut kepada saya. Sebelumnya, kebabnya itu panjang tapi cepat pendek. Karena roti, daging, saus, sayur, dan mayones berpadu menjadi hidangan idola. Rasanya pun sangat berbeda dengan percobaan pertama saya.   Karena percobaan kedua yang enak, saya pun penasaran untuk mencobanya lagi. Ternyata terdapat penjual kebab yang tak jauh dari tempat penginapan. Saya pun dikejutkan dengan proses penyajiannya. Kokinya hanya ...

Nasib Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Pendidikan di masa pandemi covid-19 ini semakin terancam. Tak perlu saya melihat jauh di luar kota. Karena kondisi anak-anak di dekat saya mengalami keguncangan baik psikis maupun batin. Saya bertempat tinggal di Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Anak-anak di masa pandemi covid-19 ini lebih sering bermain dengan teman-temannya dibandingkan belajar. Tidak masalah ketika mereka bermain ada stimulus positif. Sayangnya, banyak dari mereka menggampangkan tugas dari Guru. Alhasil, ketika diberlakukan ujian bergilir di sekolah, mereka kelabakan.  Di sini bukan hanya pemerintah, orang tua, dan Guru yang harus mencegah lost generation tetapi juga kita para pemuda. Pendekatan yang kita terapkan pun bukan lagi-lagi okol (pukulan) tetapi akal. Karena anak-anak semakin pintar dan canggih tentu kita juga harus mendekatinya dengan akal dan afeksi. Afeksi ini berperan dalam memahami kondisi anak yang sedang merasa sedih, senang maupun gundah.  Kebutuhan akan...

5 Manfaat Booknote dalam Kehidupan

  Kerap kali kita menemui hal-hal menarik dalam kehidupan tapi terlewat begitu saja tanpa mendokumentasikannya. Terkadang tangan mulai geram untuk menuliskan dalam lembar-lembar kertas. Sayangnya pada saat itu kita tak membawa apa-apa.  Maka dari itu penulis berupaya untuk terus membawa booknote . Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan benda satu ini. Nah, perlu Anda ketahui juga bahwa booknote memiliki banyak manfaat. Berikut 5 manfaat booknote dalam kehidupan; 1. Penangkap Ide  Ukurannya yang tidak menyita tempat sangat praktis untuk dibawa kemana pun. Hal ini memudahkan kita apabila tiba-tiba muncul ide langsung dapat menuliskannya. Tidak perlu khawatir dengan baterai gawai yang habis. 2. Media Sketsa dan Gambar Bagi Anda yang suka dengan seni, booknote menjadi alternatif yang baik untuk menorehkan tinta hitam menjadi sketsa. Anda dapat menggambarkan kondisi diri tanpa perlu memberikan keterangan. Imajinasi Anda pun akan bermain liar.  3. Terapi Kognitif ...

Kasta Fana

Alam bercumbu mesra Meski berdarah dalam jiwa Sang Fajar tergelincir di pagi Tanda hari telah berganti Burung-burung terbang tinggi Bersuka ria, bernyanyi tiada henti Angin dingin merasuk dalam relung hati Beradu dengan embun pagi Bulir demi bulir jatuh Ia tak mengeluh Itik-itik mengejar induk Tapi sayang tak gemuk! Kanan kiri Masih saja jadi simbolisasi Siapa bilang negara terkutuk? Mungkin dia masih mengantuk Blitar, 25 Juni 2021 loading...

Generasi Z: Ancaman atau Peluang?

Kalian pasti tidak asing lagi dengan kata Pre-Boomer, Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z, dan Post Generasi Z. Tapi, akankah kalian tahu presentase penduduk dari tiap kategori tersebut?  Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik per 21 Januari 2021, jumlah penduduk bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan sensus penduduk 2010. Lebih rinci dalam presentase tiap-tiap kategori dapat kalian lihat pada info grafis di bawah ini; Sumber: Berita Resmi Statistik No. 07/01/Th. XXIV, 21 Januari 2021 https://www.bps.go.id/galeri Jika kalian amati lebih dalam, Generasi Z menempati presentase tertinggi dengan 27,94% dari jumlah penduduk Indonesia. Tentu hal ini menjadi tantangan maupun peluang untuk bangsa Indonesia. Jangan kalian sampai salah memahami antara Generasi Z dengan Milenial. Siapa sih Generasi Z itu? Kerap kali penyebutan generasi usia ini dimasukkan pada kategori Milenial. Padahal Generasi Z adalah generasi yang lahir mulai dari tahun 1997 hingga 2012. Sedangkan Milenial i...

Akar

Tree vector created by brgfx - www.freepik.com Tak jarang yang tersipu dengan mahkota dan batang. Namun, ada bagian yang sangat menarik menurut saya. Kalau jenisnya ada yang akar tunggang dan akar serabut. Walau ada yang bertekstur lembut dan keras, mereka tetap satu tujuan.  Mereka memang di bawah, tapi air dapat sampai ke ranting, daun hingga mahkota bunga maupun pohon. Ya melalui akar. Akar terus beradaptasi dengan tanah. Ia juga mencari air yang tak tercemar.  Akar dengan sabar menembus lapisan-lapisan tanah. Tak jarang pula menemui berbagai macam hewan. Tapi, ia berupaya untuk bisa terus menunjang batang, daun, dan bunga dengan air.  Sayangnya ada tangan-tangan jail yang tak menghargai kerja kerasnya. Hanya dengan terus mengeksploitasi pepohonan tanpa melakukan reboisasi.  Seperti hal nya manusia. Ketika sudah terlihat bakatnya, banyak orang mendukungnya. Tapi tak melihat prosesnya untuk bisa memunculkan bakat itu. Setelah bakatnya semakin kuat. Banyak par...

Nikmatnya Es Drop Khas Blitar

  Es Drop merupakan jajanan yang mudah Anda jumpai di Makam Bung Karno. Penyajiannya berbeda dari kebanyakan Es. Karena Es Drop ini dibungkus dengan kertas berwarna abu-abu. Varian rasanya cukup banyak. Mulai dari rasa strawberry, melon, coklat, vanilla, dan kacang hijau. Bahan dasar Es Drop cukup sederhana seperti gula jawa dan santan. Kemudian dicetak memanjang ke bawah dan diberi lidi bambu di tengah sebagai stiknya. Para penjual Es Drop selalu menenteng maupun membawa termos yang identik dengan warna merah. Guna termos tersebut untuk mewadahi Es Drop yang mudah mencair supaya tidak mencair.  Para pengunjung Makam Bung Karno tak jarang yang membeli es tersebut. Panas dan dahaga pada siang hari mendorong mereka untuk mencari minuman maupun es yang menyegarkan. Salah satunya Es Drop.  Perilaku orang membeli Es ini dapat dianalisis dengan teori Sigmund Freud dengan aspek Id, Ego, dan Superego. Id berarti dorongan-dorongan pada diri untuk melakukan sesuatu. Ego adalah t...

Siang dengan Literasi

Education photo created by freepik - www.freepik.com Siang menyapa dengan binarnya Sang Surya. Lengkap dengan paduan suara burung-burung yang mesra. Budaya pun semakin melekat walau banyak sekat. Kesadaran harus diwujudkan untuk melanggengkan ketentraman di Indonesia. Seperti yang tersurat pada Pancasila sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia. Pentingnya rasa persatuan walau dilahirkan sebagai bangsa yang beragam suku, agama, ras, dan budaya. Peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni harus menjadi refleksi kita bersama. Bukan hanya anak muda tetapi juga remaja, dewasa, hingga lanjut usia dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila. Didorong dengan adanya program GLN (Gerakan Literasi Nasional) dari Kemendikbud, harapannya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia. Kemendikbud yang saat ini menjadi Kemendikbudristek. Program GLN ini terdiri dari enam literasi dasar, antara lain literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, d...

Tingkatkan Resiliensi Anda!

Apa itu resiliensi? Resilience (resiliensi) berarti proses dan hasil dari keberhasilan dalam beradaptasi dengan pengalaman hidup yang sulit atau menantang, terutama melalui fleksibilitas mental, emosional, dan perilaku serta penyesuaian terhadap tuntutan eksternal dan internal (APA Dictionary of Psychology, VandenBos, 2015: hal. 910).  Bagaimana ciri seseorang yang memiliki resiliensi tinggi? Ketika kita dapat beradaptasi dengan baik dalam berbagai hal, ketahanan diri pun akan meningkat. Ciri orang yang memiliki resiliensi tinggi menurut Baumgadner (2010) sebagai berikut: 1. Intelektual yang baik dan mampu memecahkan masalah. 2. Memiliki temperamen mudah; terbuka, mudah bergaul, dan beradaptasi pada pengalaman baru. 3. Mempunyai self image yang positif dan menjadi pribadi yang efektif. 4. Optimis 5. Mempunyai nilai pribadi dan nilai budaya yang baik. 6. Mempunyai selera humor. Selain itu, seseorang akan lebih percaya diri dengan keputusan yang dia ambil. Tidak mudah menyerah da...

Jangan Takut Menulis!

School photo created by diana.grytsku - www.freepik.com Seringkali seseorang dihadapkan pada permasalahan yang sangat rumit. Bingung harus melakukan apa. Tak jarang melakukan tindakan yang di luar kontrol diri. Tindakannya seperti melempar apapun yang ada di sekitarnya, melukai diri sendiri, dan melukai orang di dekatnya. Sebelum tindakan-tindakan itu terjadi, cobalah untuk menyendiri. Kemudian mengambil buku dan bolpoin. Tulis dan gambar apapun sesukamu. Semakin banyak goresan pada lembaran-lembaran, akan semakin berkurang tekanan pada diri. Selain itu, menulis juga dapat meningkatkan fungsi kognitif Anda, menenangkan dan menjernihkan pikiran Anda, melepaskan perasaan terpendam dan stres sehari-hari,  melepaskan pikiran negatif, menjelajahi pengalaman Anda dengan kecemasan, menulis tentang perjuangan dan kesuksesan Anda, meningkatkan kesadaran diri Anda dan mengajari Anda tentang pemicu Anda, dan melacak kemajuan Anda saat Anda menjalani perawatan (Star, 2018). Berbagai ma...